SERANG — Kekalahan dari Persita menghentikan laju sempurna Persija pada empat pertandingan pertama musim ini. Tim ibu kota tampil dominan sepanjang laga, tetapi efektivitas di depan gawang menjadi persoalan yang harus segera dibenahi.
Persija melepaskan 21 tembakan, termasuk 10 yang mengarah ke gawang. Persita hanya mencatatkan delapan tembakan dengan lima di antaranya tepat sasaran.
Dominasi Penguasaan Bola Tak Berbuah Poin
Penguasaan bola Persija mencapai 76 persen. Angka itu jauh di atas Persita yang lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik.
Namun, dominasi tersebut tidak cukup membawa Persija meraih kemenangan. Kurangnya ketajaman dalam memaksimalkan peluang menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Shin Tae-yong: Keberuntungan Tidak Selalu Memihak
Shin Tae-yong mengakui timnya kurang beruntung dalam urusan mencetak gol. Pelatih asal Korea Selatan itu menegaskan Persija tidak boleh terus bergantung pada faktor keberuntungan.
"Sebenarnya dari hari ke hari, saya percaya bahwa keberuntungan tidak akan selalu memihak kami di setiap laga. Untuk hari ini, saya merasa kami kurang beruntung dalam mencetak gol. Tentu saja, kami harus berusaha lebih keras lagi agar keberuntungan mencetak gol itu datang," kata Shin Tae-yong.
Peringatan agar Persija Segera Berbenah
Kekalahan dari Persita menjadi peringatan bagi Persija untuk segera mengevaluasi performa. Persaingan Super League semakin ketat, sementara tim-tim lawan dipastikan mempelajari permainan Macan Kemayoran untuk mencari celah kelemahan.
Shin meminta para pemain melakukan introspeksi dan mempersiapkan diri lebih matang menghadapi pertandingan berikutnya.
"Kami harus lebih banyak introspeksi diri, berusaha lebih keras, dan bersiap dengan baik. Hanya dengan begitu akan ada hasil yang baik. Ke depan, tim mana pun pasti akan menganalisis lebih banyak demi mengalahkan kami dan akan tampil lebih kuat saat melawan kami. Kami harus mempersiapkan diri dan meresponsnya dengan baik," ujar Shin.
Persija kini harus membenahi penyelesaian akhir sebelum kembali bertanding. Efektivitas di depan gawang akan menentukan apakah Macan Kemayoran mampu bangkit atau justru kehilangan momentum di awal musim.