TANGERANG — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang menyalurkan 44 unit traktor roda dua, 14 cultivator, 75 pompa air, dan 88 handsprayer ke kelompok tani sepanjang 2026. Paket yang sama mencakup mesin perontok padi, pupuk NPK 25.825 kilogram, kompos 20.500 kilogram, serta pupuk organik 530.000 kilogram.
Kepala DPKP Kabupaten Tangerang Ujang Sudiartono menyebut bantuan itu menyasar lahan yang paling sulit dijangkau jaringan irigasi permukaan. Benih padi yang disalurkan mencapai 86.900 kilogram, ditambah 3,6 ton dari UPTD Balai Benih.
Berapa Lahan yang Sudah Puso akibat Kekeringan
Data hingga akhir September 2026 mencatat luas lahan pertanian terdampak mencapai 667,05 hektare. Dari jumlah itu, 340 hektare puso, 85 hektare pulih, 73 hektare sudah dipanen, dan 230 hektare masih terancam.
Kekeringan dipicu tidak adanya hujan, sumber air yang mulai mengering, keterbatasan pasokan, serta jarak sumber air yang jauh dari sawah warga. Sebanyak 17 kecamatan dan 53 desa terdampak.
Irigasi Perpompaan hingga Rehabilitasi 23 Titik Tersier
Pemkab Tangerang menambah 26 unit Irigasi Perpompaan (IRPOM) agar petani bisa menyedot air dari sumber yang jauh dari lahan. Ada pula enam unit Irigasi Perpipaan (IRPIP), 22 unit Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) pada 2025, empat sumur pantek, dan dua sumur bor.
Jaringan irigasi tersier direhabilitasi di 23 lokasi. Langkah itu diarahkan menekan risiko gagal panen di lahan yang selama ini bergantung pada irigasi permukaan.
Kolaborasi dengan BRIN dan SGU untuk Pola Tanam Alternatif
DPKP menggandeng Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian Provinsi Banten, dan perguruan tinggi untuk menjaga produktivitas padi. Kerja sama dengan Swiss German University, Syngenta Indonesia, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional diarahkan mengembangkan alternatif pola tanam.
"Jadi, penyaluran bantuan ini sebagai mitigasi kekeringan dalam mendukung peningkatan produktivitas padi supaya tetap terjaga di Kabupaten Tangerang," kata Ujang, Jumat (16/10/2026).
Pendampingan penyuluh pertanian dan penyesuaian jadwal tanam melengkapi langkah mitigasi. "Upaya tersebut dilakukan guna menjaga produktivitas padi di tengah musim kemarau," ujarnya.