TANGERANG — Musisi dengan nama asli Akhmad Koharudin itu merilis karya bertajuk "Santri" yang sudah bisa dinikmati di Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan Resso. Video liriknya juga tayang di kanal YouTube resmi Cingdons dengan visual yang memadukan kultur jalanan dan kehidupan pesantren.
Single ini menjadi eksperimen sonik Cingdons setelah sebelumnya dikenal lewat musik drill. Kali ini ia menyatukan elemen modern dengan akar tradisi pesantren dalam satu komposisi.
Perpaduan Phonk, UK Drill, dan Hadroh dalam Satu Lagu
Secara musikal, "Santri" menghadirkan triplet hats khas UK Drill dan distorsi cowbell dari genre Phonk. Keduanya memberi nuansa modern yang memacu adrenalin.
Fondasi lagu tetap menapak pada ketukan terbang atau rebana dan Hadroh yang menjadi identitas sonik para santri. Kombinasi itu menghasilkan anthem yang menghentak sekaligus membangkitkan kebanggaan.
Lirik Soal Kerinduan Kampung Halaman dan Mentalitas Baja
Di balik ketukan yang intens, "Santri" membawa pesan lirik mendalam. Lagu ini menyoroti realitas kehidupan pesantren, termasuk kerinduan pada kampung halaman yang harus ditekan demi visi besar menjadi pribadi bermanfaat bagi umat.
Cingdons juga menangkap ketangguhan mental santri yang rela jauh dari rumah untuk mengabdi dan menyerap ilmu dari para kiai dan asatidz. Setiap baitnya menjadi resonansi doa dan harapan agar keringat di pesantren kelak berbuah kebanggaan bagi orang tua.
Pesan Cingdons untuk Santri Zaman Sekarang
Cingdons menegaskan lagu ini bukan sekadar soal atribut yang melekat pada santri. Baginya, ada mentalitas yang lebih penting untuk ditonjolkan lewat karya tersebut.
"Santri bukan hanya tentang memakai sarung dan peci, tapi tentang mentalitas baja untuk terus belajar dan mengabdi. Lewat lagu ini, saya ingin memberikan semangat yang fresh untuk teman-teman di pesantren. Tetap hormat pada guru, banggakan orang tua, tapi dengan vibe yang relevan dengan telinga anak muda sekarang," ungkap Cingdons.
Melalui "Santri", Cingdons berharap pesan kebanggaan menjadi santri tetap tersampaikan dengan bahasa musik yang dekat dengan generasi muda. Single ini dirilis bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional pada Kamis, 22 Oktober 2026.