CILEGON — Dari 14 penumpang yang sempat menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit maupun puskesmas, 11 orang sudah diperbolehkan pulang dan diantar ke rumah masing-masing. Sisanya masih dirawat karena mengalami cedera saat insiden berlangsung, seperti dugaan kaki terkilir hingga retak tulang.
Heru Widodo menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di halaman kantor ASDP pada Rabu (21/10/2026). Ia menegaskan pemulihan korban menjadi prioritas pengelola kapal.
"Kami ingin memastikan seluruh penumpang yang dirawat bisa pulih sepenuhnya dan segera kembali berkumpul dengan keluarga," ujar Heru.
Ganti Rugi Mulai dari Koper Terbakar hingga Laptop
ASDP berjanji mengganti seluruh barang milik penumpang yang terdampak kebakaran. Proses pendataan dan verifikasi saat ini tengah berjalan untuk menentukan besaran serta jenis kerugian yang dialami.
"Semua kerugian akan kami data dan verifikasi. Sekecil apa pun kerugiannya akan kami ganti, mulai dari koper yang terbakar beserta pakaian di dalamnya hingga barang elektronik seperti laptop," ungkap Heru.
Penyaluran ganti rugi akan dilakukan bersama PT Jasa Raharja setelah pendataan akhir selesai.
Nelayan Lokal Berperan Cepat dalam Evakuasi
Dalam kesempatan yang sama, Heru menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan darurat, termasuk TNI, Polri, Basarnas, serta warga nelayan di sekitar Pelabuhan Merak.
"Berkat kerja sama semua pihak, khususnya para nelayan lokal yang bergerak cepat membantu evakuasi, seluruh penumpang berhasil diselamatkan tanpa adanya korban jiwa," tuturnya.
Bangkai Kapal Dijaga Ketat untuk Investigasi KNKT
Tim gabungan masih perlu melakukan pendinginan sebelum bangkai KMP Batu Mandi dipindahkan. ASDP telah berkoordinasi dengan KSOP, KNKT, dan kepolisian untuk mengamankan lokasi guna kepentingan investigasi.
"Area kapal dijaga ketat karena menjadi barang bukti utama. Kami berharap kapal bisa segera dipindahkan setelah kondisinya kondusif agar KNKT dan kepolisian dapat mengungkap penyebab pasti kebakaran," jelas Heru.
Lintasan Merak–Bakauheni Tetap Normal
Meski KMP Batu Mandi mengalami insiden, ASDP memastikan operasional pelayaran di lintasan Merak–Bakauheni tetap berjalan normal. Kapal pengganti telah disiagakan agar konektivitas Jawa dan Sumatra tidak terganggu.
"Merak–Bakauheni merupakan lintasan vital. Kami bergerak cepat menyiapkan kapal pengganti agar pelayanan penyeberangan tetap lancar tanpa hambatan," pungkasnya.