Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi meluncurkan platform SatuBeasiswa Indonesia, sebuah wadah terpusat yang menyatukan informasi beasiswa dari berbagai penyelenggara. Hingga 15 September 2026, sebanyak 853.000 lebih penerima manfaat telah terdata dari total kuota sekitar 1,22 juta orang, dengan nilai pendanaan mencapai Rp16,37 triliun. Platform ini dikembangkan untuk mengatasi tersebarnya informasi beasiswa yang selama ini tersebar di berbagai kanal berbeda.
JAKARTA — Kemdiktisaintek meluncurkan platform SatuBeasiswa Indonesia sebagai kanal resmi pencarian informasi beasiswa. Peluncuran ini menjawab keluhan lama soal informasi beasiswa yang berserakan di banyak kanal, dari situs kampus, akun media sosial perusahaan, sampai pengumuman pemerintah daerah.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyatakan bahwa platform ini dibangun agar informasi beasiswa dari seluruh mitra bisa diakses dalam satu pintu.
"Informasi beasiswa dari seluruh mitra kita satukan dalam satu wadah," kata Brian, dikutip dari keterangan resmi Kemdiktisaintek.
Dia menambahkan, penyatuan informasi itu penting agar calon penerima di seluruh Indonesia, termasuk daerah terpencil, bisa menjangkau peluang bantuan pendidikan tanpa terkendala sebaran kanal.
Platform ini menyediakan database terpusat program beasiswa yang bisa diakses oleh calon mahasiswa, mahasiswa aktif, alumni, hingga masyarakat umum. Ada fitur pencarian peluang bantuan pendidikan yang memudahkan pengguna menemukan program sesuai kebutuhan.
Masyarakat bisa mengaksesnya melalui situs https://satubeasiswa.kemdiktisaintek.go.id/beasiswa. Halaman tersebut menampilkan daftar program yang terdaftar beserta informasi penyelenggara dan jenis bantuannya.
Perlu ditegaskan, SatuBeasiswa Indonesia bukan satu program beasiswa tunggal. Platform ini berfungsi sebagai mesin pencari dan pusat informasi yang menghimpun berbagai program dari banyak penyelenggara.
Data per 15 September 2026 mencatat 71 program beasiswa aktif yang terdaftar di platform. Total jenis beasiswa dari berbagai penyelenggara mencapai 465 jenis.
Nilai pendanaan yang terhimpun sekitar Rp16,37 triliun. Dari jumlah itu, penerima manfaat tercatat lebih dari 853.000 orang, sementara total kuota yang tersedia sekitar 1,22 juta.
Artinya, masih ada ruang sekitar 367.000 kuota yang belum terisi. Angka ini memberi gambaran bahwa sebagian program beasiswa masih membuka kesempatan bagi calon penerima yang belum terjangkau informasi.
Sumber pendanaan beasiswa yang terdaftar di platform didominasi organisasi filantropi. Berikut rinciannya:
Dominasi filantropi menunjukkan bahwa sebagian besar program beasiswa datang dari lembaga nirlaba, bukan semata dari anggaran pemerintah. Sementara kontribusi pemerintah daerah dan pusat totalnya mencapai 81 jenis.
Perusahaan dan perguruan tinggi masing-masing menyumbang 27 dan 17 jenis beasiswa. Komposisi ini memperlihatkan bahwa ekosistem beasiswa nasional ditopang banyak pihak, bukan satu institusi saja.
Sebelum ada SatuBeasiswa, calon penerima harus memantau banyak kanal secara manual. Informasi beasiswa dari pemerintah daerah, korporasi, dan kampus kerap terbit di waktu berbeda dengan format pengumuman yang tidak seragam.
Kondisi itu membuat sebagian peluang tidak terpakai. Data kuota yang belum terisi sekitar 367.000 menjadi indikasi bahwa masalahnya bukan hanya ketersediaan dana, tetapi juga akses informasi.
Dengan database terpusat, pencari beasiswa bisa membandingkan program dalam satu tampilan. Fitur pencariannya memungkinkan penyaringan berdasarkan penyelenggara maupun jenis bantuan pendidikan.
Kemdiktisaintek membuka akses platform ini untuk publik melalui situs resmi mereka. Masyarakat yang ingin mencari peluang beasiswa dapat langsung mengunjungi tautan yang tersedia tanpa perlu mendaftar terlebih dahulu.
Bagi penyelenggara beasiswa yang belum terdaftar, platform ini menyediakan ruang agar program mereka ikut terhimpun. Penambahan program baru akan memperluas jangkauan informasi ke calon penerima di daerah terpencil.
Data terbaru per 15 September 2026 menunjukkan angka penerima manfaat masih bisa bertambah seiring masuknya program-program baru ke dalam sistem.
| Program aktif | 71 program beasiswa |
| Total jenis beasiswa | 465 jenis |
| Total dana | ±Rp16,37 triliun |
| Penerima manfaat | 853.000+ dari ±1,22 juta kuota |
Akses di satubeasiswa.kemdiktisaintek.go.id/beasiswa. Sumber pendanaan: filantropi (340 jenis), pemda (54), pemerintah pusat (27), perusahaan (27), dan perguruan tinggi (17).