BANTEN — Ibu hamil dengan usia kandungan di bawah 14 minggu atau di atas 28 minggu wajib membawa surat keterangan dokter dan didampingi satu orang saat naik kereta api jarak jauh. Aturan KAI Daop 1 Jakarta ini berlaku untuk semua calon penumpang, dan berikut rincian syarat lengkapnya sebelum ibu berangkat.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menetapkan dua syarat tambahan bagi calon penumpang yang sedang hamil. Ketentuan berlaku khusus untuk usia kehamilan kurang dari 14 minggu atau lebih dari 28 minggu, dan wajib dipenuhi sebelum tiket digunakan.
Aturan ini bukan tanpa alasan. Perjalanan jarak jauh menuntut tubuh ibu bertahan duduk lama, berpindah gerbong, dan menyesuaikan diri dengan jadwal kereta yang padat.
Siapa yang Wajib Membawa Surat Dokter
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan syarat pertama adalah surat keterangan dari dokter kandungan atau bidan. Isinya menerangkan usia kehamilan serta kondisi kandungan dalam keadaan sehat.
Surat ini menjadi pegangan petugas di stasiun sekaligus bukti bahwa ibu siap melakukan perjalanan. Tanpa dokumen tersebut, calon penumpang berisiko tidak diizinkan naik.
Pendamping Bukan Sekadar Formalitas
Syarat kedua, ibu hamil wajib didampingi minimal satu orang selama perjalanan kereta api jarak jauh. Pendamping berperan membantu kebutuhan ibu, mulai dari membawa barang hingga mengatur posisi duduk.
"Kehadiran pendamping menjadi bagian penting dalam ketentuan ini, terutama untuk membantu kebutuhan ibu hamil selama perjalanan dan memberikan dukungan apabila sewaktu-waktu memerlukan penanganan atau bantuan petugas," ujar Franoto dalam keterangan resminya Senin, (2/11/2026).
Kalau ibu tiba-tiba pusing atau perlu ke toilet saat kereta melaju, pendamping bisa segera memanggil petugas. Peran ini terasa kecil, tapi dampaknya besar saat kondisi tidak terduga muncul di tengah perjalanan.
Usia Kehamilan 14-28 Minggu Tetap Boleh Berangkat
Franoto menegaskan ibu hamil dengan usia kandungan 14 sampai 28 minggu tetap diperbolehkan melakukan perjalanan menggunakan kereta api. Rentang ini dianggap fase paling stabil untuk aktivitas luar rumah.
Meski begitu, bukan berarti ibu bisa mengabaikan persiapan. Tetap bawa buku kontrol kehamilan, konsultasikan rencana perjalanan ke dokter, dan pilih jadwal yang tidak memaksa ibu bangun terlalu pagi.
Tips Menyiapkan Perjalanan Kereta Saat Hamil
Sebelum berangkat, urus surat keterangan dokter minimal sehari sebelumnya. Klinik dan bidan biasanya butuh waktu untuk memeriksa dan menuliskan keterangan usia kandungan.
Pilih kelas yang memberi ruang kaki cukup lega, lalu pesan kursi dekat lorong agar ibu lebih mudah bergerak ke toilet. Bawa camilan ringan, air minum, dan jaket tipis karena suhu gerbong kadang berubah-ubah.
Kenakan pakaian longgar dan sepatu datar. Kalau perjalanan lebih dari empat jam, atur jadwal berdiri dan berjalan sebentar di lorong setiap satu sampai dua jam untuk menjaga sirkulasi darah di kaki.
Kapan Sebaiknya Tunda Perjalanan
Batalkan rencana berangkat jika dokter menemukan tanda-tanda kontraksi dini, perdarahan, tekanan darah tinggi, atau kelainan plasenta. Kondisi seperti ini butuh istirahat total, bukan perjalanan jauh.
Ibu juga perlu waspada bila mengalami mual hebat, sesak napas, atau nyeri perut sebelum keberangkatan. Konsultasikan ulang ke dokter kandungan, jangan memaksakan diri hanya karena tiket sudah dibeli.
Membawa surat dokter dan pendamping membuat perjalanan kereta jauh lebih tenang, baik untuk ibu maupun keluarga yang menunggu di rumah. Siapkan dokumen sejak awal, pilih jadwal yang nyaman, dan dengarkan sinyal tubuh selama di perjalanan.